Akit Eyut ‘0’

Minggu, 8 Juli 2017. secercas sinar matahari mulai mengintip jendela kamarku. mata ini mulai terbuka walau tertahan. bangun dari lelapnya tidur semalam. berjalan gontai menuju dapur. “gluk2” meminum hangatnya air. hmmm…

seperti biasa di hari minggu selalu diisi dengan agenda pergi beli sayur dengan ibu tercinta haha, namun dihari itu juga ku penuhi hasrat ku untuk makan mie pangsit. Yeayy! upah ke pasar lumayan hehe.. namun pada akhirnya ke pasarnya kagak jadi malah jadinya langsung cuss isi perut.

kusantap mie pangsit dengan begitu lahap. kuah panas. pangsit putih begitu sedap di kombinasi dengan cabai merah menyala yang kupenuhi agar mantap,, sruupp.. mmm yummy..

namun..

tak ku sangka bahwa itulah awal petaka. memang dari dulu masalah kesehatan ku bermula dari perut melulu.

hari pertama, bab lebih dari 3 kali hampir 5 kali malah, feses nya lembek, perut mules, n biasa gas selalu keluar wkwk..*maap ye yang baca. jadi tatalaksana nya dikirain masuk angin with my mom, *padahal gak ada tuh istilahnya masuk angin tapi ya udah kita ikutin saran dari mymom untuk minum jamu “orang pintar minum ^^^^^^^^^n, terus minum dia^^t lah udah kasih minyak angin

hari kedua, gejala yang ditunjukkan juga sama bray, bedanya yang ini lebih parah bolak-balik kamar mandi hampi 10 kali, tiap udah makan-mules-WaterCloset lemasss minta ampun. awalnya memang aku gak mau diajak periksa ke dokter karena anggapan nya ya biasa masuk angin, ntar sembuh sendiri. terus gak mau minum obat”. karena aku awalnya beranggapan, yaudah biar aja si feses nya keluar terus, itu artinya si tubuh lagi berusaha untuk mengeluarkan zat” yang nggak sesuai, n tubuh kita pasti punya kemampuan untuk mempertahankan homeostasisnya.

hari ketiga, yaudah lah ya kita ke dokter aja sengaja pilih nya hari rabu wkwk. kudatangi klinik terdekat bersama wanita yang selalu mendampingiku saat duka maupun suka.. she is my everything, Ibu. diagnosisnya diare saja. jadi dikasih obat ranitidine sebelum makan 2kali sehari, oralit , diaform 1kali sehari sesudah makan, and vitamin warnanya kuning 1kali sehari sesudah makan.

hari ke-empat, gejala yang ditunjukkkan masih sama, nggak ada perubahan, mules-BAB lebih dari 3 kali malah yang ini udah 7 kali kalo dihitung dari bangun tidur ampe malam, feses nya lembek, berlendir, no-bleeding dan berbau asam. and ini malah lebih parah lagi sakit perutnya melilit. okeh, kita coba ke klinik lain. diagnosisnya disentri bakteri. dikasih paracetamol buat nyeri, antibiotik buat si bakteri mampus, smecta, n interlac. alhamdulillah atas izin Allah SWT sakit perut yang me-li-lit tadi langsung hilang seketika setelah minum obat.. yeyy. dan kata dokter itu karena makan pangsit pake cabe. kemungkinan menurutku cabe yang aku konsumsi agakbanyak itu nggak terjaga hygiene nya, jadi sejak kejadian ini aku akan berhati-hati lagi kalo jajan diluar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s